Warga Bangka Barat Bakar Sepedamotor Saat Perayaan Sembahyang Kubur

Posting Komentar

Sebuah video seorang warga membakar sepedamotor saat melakukan ziarah kubur viral di sosial media.

Dalam video berdurasi 10 menit itu menunjukkan seorang laki-laki paruh baya tampak menata Kimci atau uang-uangan kertas yang biasa menjadi bagian dari ritual ziarah kubur bagi orang keturunan Tionghoa.

Kim ci atau uang kertas itu ditata di bawah sebuah sepedamotor jenis Honda Beat yang teridentifikasi bernopol BN 4670 RJ.

Sepeda motor dan uang-uangan kertas itu diletakkan tak jauh dari sebuah makam yang fasad-nya menunjukkan makam China. Ini juga didukung dari dialog yang terdengar di video tersebut, aksen dan logatnya adalah logat bahasa kek.

Seorang laki-laki yang mengenakan celana pendek di video tersebut tampak membakar Kim ci menggunakan lilin. Tak lama berselang, benda yang menyerupai Sepedamotor Honda Beat ini ikut terbakar.

Laki-laki itu tidak sendirian, di video etrsebut juga tampak sejumlah kerabat yang tengah melakukan ziarah kubur juga menyaksikan proses pembakaran sepedamotor.

Kuat diduga, video ini dibuat bersamaan dengan perayaan Cengbeng atau ziarah kubur yang diyakini warga keturunan Tionghoa.

Dalam tradisi Ceng beng, ada tradisi membakar Kim ci dan juga barang lain yang dimaksudkan untuk dikirim kepada arwah. Beberapa warga juga membakar miniatur mobil atau lainnya yang diharapkan sampai kepada arwah.

Namun membakar sepedamotor yang sesungguhnya, sebagaimana yang ada di video tersebut tampaknya menjadi hal yang jarang terjadi.

Sampai saat ini, Bangkapos masih menelusuri, apakah sepedamotor yang dibakar itu sepedamotor asli atau sekadar Replika. 

Jika betul sepedamotor tersebut asli, maka harganya ditaksir lebih dari Rp 13 juta.   

Dari penelusuran Bangkapos melalui pelat nomor yang tertera, sepedamotor tersebut merupakan milik warga Parit Tiga, Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hingga berita ini diturunkan, BangkaPos tengah melacak siapa pemilik sepedamotor tersebut. (bangkapos.com)

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter